Selamat Datang di Blog Komunitas Baradatu.Media Informasi Online Baradatu dan Way Kanan.Untuk Informasi dan Umpan Balik Silahkan Kontak Admin.Terima Kasih.
Tampilkan postingan dengan label Tribun Way Kanan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tribun Way Kanan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 15 Oktober 2009

Potensi Pertambangan Waykanan Belum Optimal

Laporan /Editor : Wartawan RNN

BLAMBANGAN UMPU-Potensi pertambangan yang dimiliki WayKanan cukup banyak. Namun sayang, potensi pertambangan yang dapat menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) tersebut sampai kini belum banyak yang dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya karena keterbatasan.

Kepala Bidang Pertambangan Drs. H Rinaldy MM saat mendampingi Kepala Dinas Ir. Kussarwono MP saat di konfirmasi kemarin di ruang kerjanya (13/10) mengungkapkan.Potensi pertambangan tersebut seperti Batu mangan, BatuBara, Kaulin, Marmer, Emas. Yang mana, potensi pertambangan tersebut tersebar di beberapa Kecamatan yang ada di wilayah WayKanan.

Menurutnya, terdapat sembilan kuasa pertambangan sudah telah terdaftar saat ini. Akan tetapi yang telah berjalan hanya satu yakni di Kecamatan Banjit.Contohnya seperti batu mangan. Jumlah bahan galian Batu mangan tidak sesuai dengan pengeluaran. Selain itu juga harga batu mangan pun terkadang tidak stabil. Sehingga dapat merugikan investor.
“Terkadang Investor merugi dikarenakan harga batu mangan tidak stabil akibat terjadinya krisis Global. Selain itu Investor juga sering kali tidak melakukan survey atau sejenis penelitian ke lapangan terlebih dahulu. Sehingga pada saat mereka melakukan penggalian sering kali nihil atau ternyata tidak ada batu mangan di lapangan ”. ujarnya.

Tambahnya, selain batu mangan terdapat juga batubara yang letaknya di Kecamatan Waytuba. Dan saat ini sedang dalam proses peningkatan status kuasa pertambangan dari eksplorasi menjadi eksploitasi. Dan bahkan sudah dilakukan penelitian bahwa memang benar di Kecamatan Waytuba terdapat batubara

“Apabila di bandingkan dengan batu mangan yang ada di Kabupaten Tanggamus, maka batu mangan yang ada di WayKanan lebih baik. Karena batu mangan WayKanan memiliki kadar kualitas 35 sampai dengan 55 persen. Selain batu mangan, batubara. Kecamatan Waytuba juga memiliki kaolin, marmer dan tambang emas .”tuturnya.

Atas dasar tersebut ulasnya, ia menghimbau pada Investor agar melakukan penelitian terlebih dahulu saat sebelum melakukan penggalian. Sehingga saat mereka melakukan penggalian mereka tidak merasa di rugikan. Karena sering kali terjadi para investor melakukan penggalian ternyata hasilnya kosong. (radar way kanan afilisasi kotabumi)
Readmore »»

Minggu, 23 Agustus 2009

Karang Taruna Gelar Istigotsah

Laporan/Editor: Hermansyah

Blambangan Umpu.- Berbeda dengan biasanya yang identik dengan hura-hura dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia (RI) yang ke-64 tahun 2009 ini, pengurus Karang Taruna Kampung Umpu Bhakti Kecamatan Blambangan berbalik 90 derajat dengan menggelar Istigotsah secara Besar- besaran dengan menghadirkan seluruh elemen masyarakat Waykanan dan menghadirkan Ustd KH. Kairudin Yusuf dari Bandar Lampung selaku penyampai Tausiyah.

“Selaku pimpinan daerah saya menyambut baik yang dilakukan oleh karang taruna ini, apalagi kita telah memasuki detik- detik bulan suci rramadan, karena biasanya yang namanya kegiatan yang dimotori oleh pemuda biasanya selalu yang berbau hura-hura, akan tetapi anda semua telah dapat menujukkan perubahan, dimana perubahn tersebut sangat dapat dijadikan teladan bagi pengurus Karang Taruna – Pengurus Karang Taruna yang lain,”ujar bupati Waykanan Drs. Hi. Tamanuri, M.M saat menghadiri Istigotsah kemarin.
Dikatakan Bupati, pemuda adalah harapan bangsa, dan ditangan para generasi mudalah masa depan bangsa dan Indonesia, karena itu diharapkan kepada para pemuda dapat membekali diri dengan ilmu pengetahuan yang cukup. Selain itu, Tamanuri juga berharap agar pemuda Waykanan dapat berperan aktif dalam segala aspek pembangunan di Waykanan.

Sementara itu, Ketua DPD KNPI Waykanan Hi. Agung Ilmu Mangku Negara S.STP,M.H yang saat itu hadir bersama dengan Ketua DPD Karang Taruna Kabupaten Waykanan Hi. Bakhril, S.H.M.M juga menyampaikan apresiasinya yang tinggi akan pelaksanaan Istigotsah yang digelar oleh pengurus Karang Taruna Kampung Umpu Bhakti tersebut.

“Apa yang dilakukan oleh panitia dan aparat Kampung Umpu Bahkti ini patut dicontoh oleh Kampung- dan pengurus organiasi kepemudaan yang lain, karena cara ini akan sangat membantu pemerintah dalam rangka menciptakan para generasi muda yang agamis, santun dan berbudi luhur, disamping tetap melaksanakan kegiatan yang memang biasa digelar oleh anak- anak muda seperti berbagai lomba olahraga,” tegas Agung Ilmu Mangkunegara.

Ketua panitia Istighosah sekaligus Ketua Karang Taruna Kampung Umpu Bhakti, Suhemi menjelaskan, pelaksanaan Istigotsah tersebut merupakan puncak dari berbagai kegiatan yang telah mereka lakukan bersama sama aparat Kampung Umpu Bhakti dalam merayakan HUT RI yang ke-64 yang merupakan penunjukan rasa syukur mereka kepada yang maha kuasa atas suksesnya semua kegiatan yang telah mereka lakukan sekaligus untuk bahan Instropeksi diri dalam menghadapi pelaksanaan bulan suci ramadan.

“Sebelumnya, Karang Taruna Umpu Bhakti bekerja sama dengan aparat Kampung telah menggelar kejuaraan motor cross, Badminton, Tenis Meja, Catur dan berbagai kegiatan sosial lainnya, dan Istigotsah ini merupakan puncak dari semua kegiatan yang telah kami lakukan, sekaligus untuk menambah wawasan para pemuda Waykanan dalam bidang agama melalui Tausiyah yang disampaikan oleh penceramah bapak KH. Khairudin Yusuf dari Bandar Lampung,” kata Suhemi.

Readmore »»

Minggu, 16 Agustus 2009

Perkosa Adik Ipar, Pelaku Diamankan

Laporan/Editor: Hermansyah

Pakuon Ratu-Sidang Pelawan (34), Warga Kampung Negarajaya, Kecamatan Negeri Besar Kabupaten Waykanan sekitar pukul 23.00 WIB kemarin (12/8) malam dicokok aparat Polsek Pakuonratu, karena di duga telah melakukan tindakan pencabulan terhadap Si (14), adik iparnya pada bulan Januari lalu sehingga, adiknya saat ini mengalami hamil 7 bulan.

Kapolsek Pakuonratu AKP Dwi Santoso mendampingi Kapolres Waykanan AKBP Lukas Akbar Abriari S,I.K,M.H, menyatakan peristiwa itu bermula dari korban diajak oleh kakak iparnya tersebut (Sindang Pelawan) berkunjung ketempat saudara pelaku di Kampung yang rumahnya tidak jauh dari rumah korban di Kampung Negeri Besar, akan tetapi ternyata rumah tersebut kosong, dan saat istirahat dirumah itulah pelaku merayu korban untuk melayani nafsu bejatnya.
Awalnya, korban menolak ajakan pelaku, namun dibawah ancaman akan menganiaya kakak korban (istri pelaku, red). akhirnya dia (korban) menyerahkan keperawatannya. namun, kejadian itu sempat terjadi berulang kali. Hanya saja, korban hanya ingat bulan Januari 2009, awal peristiwa itu terjadi. Karena, korban sudah berbadan dua, maka kejadian itu dilaporkan kepada pihak yang berwajib. “ Korban hamil tujuh bulan, ini termasuk pemerkosaan anak dibawah umur,” kata Kapolsek (*)
Readmore »»

Pengobatan Gratis Untuk Warga Waykanan

Laporan/Editor: Hermansyah(Radar Way Kanan/kotabumi)

Blambangan Umpu-Memasuki akhir kepemimpinan bupati Kabupaten Waykanan, Drs.Hi.Tamanuri,M.M membuat gebrakan yang langsung bisa dirasakan masyarakat dengan menjanjikan berobat gratis kepada warga yang memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK) hingga ke RSUAM Tanjung Karang.

Hal tersebut dibuktikan dengan dimasukkannya anggaran untuk berobat gratis pada RAPBD 2010 Kabupaten Waykanan, dimana rancangan itu sudah disampaikan kepada DPRD Waykanan untuk dilakukan pembahasan. “ RAPBD 2010 masih di bahas oleh dewan, diantaranya mengenai anggaran bagi masyarakat Waykanan untuk berobat gratis, baik di Puskesmas maupun di RSU Zainal Abidin Pagar Alam, bahkan sampai ke RSUAM Tanjung Karang,” ujar bupati Waykanan Drs. Hi. Tamanuri, M.M dalam acara silaturahmi dengan para sesepuh dan masyarakat Kampung Negeribaru, Kecamatan Blambangan Umpu kemarin.
Pada kesempatan itu Bupati menjelaskan, dimasa jabatannya yang segera habis, serta selama kepemimpinannya di Waykanan telah meletakkan dan melaksanakan pembangunan dihampir semua lini, melalui prorgam unggulan dan skala proritas yang selaras dengan visi misi kepemimpinannya.

“Kita harus akui sebelumnya, kalau Kabupaten Waykanan serba kekurangan, namun atas kerja keras semua pihak yang ada di wilayah ini, Waykanan mampu sejajar dengan Kabupaten Lain yang ada di provinsi lampung,” ungkapnya.

Selanjutnya, diakhir masa jabatan ini, selaku pemimpin diwilayah Kabupaten Waykanan ingin berbuat untuk masyarakat dengan memberikan pelayanan pengobatan gratis bagi masyarakat Waykanan..

Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Zainal Abidin Pagar Alam Waykanan DR. Hi. Edwin Rusli M.Kes, membenarkan apa yang disampaikan oleh bupati, dimana mulai tahun 2010 mendatang, seluruh masyarakat Waykanan yang memiliki KTP dan KK dapat dilayani berobat secara gratis di RSUD ZAP Waykanan, bahkan sampai di RSUAM.

“ Untuk Puskesmas menggunakan sistem kapitasi, sementara untuk di RSUD ZAP, nantinya kami yang akan mengklaim kepada PT ASKES untuk membayar pengobatan yang telah dilakukan terhadap pasien, yang biayanya akan disesuikan dengan jenis penyakit yang ditangani,” terang Edwin. (*)
Readmore »»

Selasa, 11 Agustus 2009

Bahas Anggaran, Antar Komisi Tak Koordinasi

Laporan/Editor: Hermansyah
(radar way kanan)
Blambangan Umpu-Komisi C DPRD Kabupaten Waykanan kecewa. Pasalnya, ada empat dinas, yaitu Dinas Pasar, Dinas Kehutanan dan Perkebunan, RSUD dan Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Waykanan tidak menghadiri hearing sebagaimana yang telah dijadwalkan komisi C untuk melakukan pembahasan mengenai KUA dan PPAS serta RAPBD tahun 2010. “ Kami tidak akan merekomendasikan hasil pembahasan empat unit kerja dimaksud karena tidak menghadiri hearing dengan komisi C,” ujar Ketua Komisi C DPRD Waykanan Hi.. Yuking Raden Perdana didamping anggotanya, Alidin SJP,S.H, A. Roni,S.H, Hi. Romli SpdI, Hartono serta Wal Asri.
Dikatakannya, seharusnya setiap satuan kerja yang telah mendapat rekomendasi untuk melakukan pembahasan dengan legislatif harus taat dan bersipat kooperatif dan menghadari semua undangan hearing dengan dewan guna secara bersama- sama melakukan pembenahan, akan tetapi hingga pukul 16.00 Wib hari ini ( kemarin, red) sebagai hari terahir pembahasan Dinas Pasar, Dinas Kehutanan dan Perkebunan, RSUD dan Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Waykanan sama sekali tidak menghadiri pelaksanaan hearing. “Kami tidak bertanggung jawab terhadap empat satker dimaksud,” ungkapnya seraya menyatakan kalau komisinya bermitra dengan Dinas Industri dan Perdagangan, Dinas Pendidikan, Dinas Parsenibudpora, Dinas Kehutanan dan Pertanian, Dinas Kesehatan, Dinas Pertanian, Badan KB dan Kes, Depag, dan Dinas Sonakertrans. Selanjutnya, Dinas Koperasi UKM serta Kantor PLH, Kabag Perekonomian dan Kabag Sosial dan Pemberdayaan Perempuan Sekdakab Waykanan tersebut.

Terkait hal tersebut, Ketua DPRD Waykanan HM Djonis Idris, S.H,M.M menyatakan, ek empat satker itu dinyatakan oleh Komisi C tidak mengindahkan undangan komisi tersebut ternyata telah melakukan hearing dengan Komisi B DPRD Waykanan, karena undangan yang ditujukan kepada unit kerja tersebut untuk melakukan hearing dengan Komisi B DPRD Waykanan.

Hal itu dibenarkan oleh Ketua Komisi B DPRD Waykanan Drs. Syafei AH yang melaksanakan hearing dengan unit kerja tersebut sesuai dengan surat undangan yang diperintahkan oleh Ketua DPRD. “Kami bekerja sesuai dengan surat undangan yang ditandatangani oleh ketua DPRD, sedangkan satker dimaksud masuk dalam mitra komisi B,” kata Syafe’i. (*)
Readmore »»

Pemasok Ekstasi Diamankan

Laporan/Editor: Hermansyah
sumber:radar way kanan afilisasi kotabumi
GUNUNGLABUHAN-Dalam rangka memberantas penyakit masyarakat, Polres Waykanan kembali berhasil menangkap pengedar sekaligus pemasuk Narkotika jenis ektasi ke Waykanan kemarin. Sandi bin Ali Aman, warga Oganlima, Kecamatan Abung Barat, Kabupaten Lampung Utara ini ditangkap petugas disalah satu rumah warga disekitar hiburan organ tunggul kampung Gununglabuhan, Waykanan.

Selain menangkap pelaku, petugas juga berhasil mengamankan barang bukti berupa 10 butir pil ekstasi warna pink merk “love “ dari tangan tersangka.
Kasatreskrim Polres Waykanan AKP Hendriansyah, S.H mendampingi Kapolres Waykanan AKBP Lukas Akbar Abriari, S.IK.M.H menyatakan pihaknya sudah lama melakukan pengintaian terhadap tersangka, karena setiap ada hiburan organ tunggal peredaran pil setan itu semakin meraja lela. Karena tersangka menjalankan propesinya secara propesional, sempat membuat petugas kecele. Namun, karena tugas dan tanggung jawan menanti, maka pihaknya tak kendur dalam melakukan pengintaian. Alhasil, pada Selasa (4/8) malam pihaknya mendapatkan informasi kalau ada seorang pengedar Narkoba akan memasarkannya di sebuah acara hiburan organ tunggal di Kampung Gununglabuhan. Karena tidak mau kehilangan buruan, petugas melakukan ander caver (penyamaran, red) sebagai pembeli. Dan, tersangka sempat berhasil melarikan diri ke rumah penduduk disekitar lokasi organ tunggal, namun berhasil ditemukan berikut barang bukti 10 butir pil ekstasi.

Setelah dilakukan pemeriksaan secara intensif, tersangka Sandi bin Ali Aman tidak mengakui barang itu miliknya, melainkan milik rekannya Tono, warga Cahaya Negeri, Lampura yang berhasil kabur dari arena organ tunggal. Sedangkan, Tono memperoleh 20 butir pil geleng-geleng itu dari S (bukan nama KTP, red) warga Kotabumi Lampura dengan harga Rp 100.000 per butir, dan dijual kembali dengan harga Rp 150.000 per butir. Dari jumlah itu, sudah 10 butir yang laku terjual, dan uang diserahkan kepada Tono. “ Tono masuk dalam DPO polres Waykanan, dan sekarang sedang dalam pengejaran petugas. Karena mereka pemasok ke Kabupaten Waykanan,” ungkapnya. (*)
Readmore »»

Kamis, 06 Agustus 2009

Suami Bunuh Istri di Kebun Kopi

Laporan Wartawan/RNN

Editor: Hermansyah

SUMBERJAYA – Suwarman bin Yadi (25), warga Pemangku Kerajan Pekon Purajaya, Kecamatan Sumberjaya Kabupaten Lambar tega membunuh isterinya, Septi binti Yus Efendi (18), warga Sangiangan Kecamatan Bukitkemuning, Lampung Utara, Selasa (4/8).

Wanita yang dinikahinya sejak tahun 2007 lalu dan telah dikaruniai satu orang anak bernama Naila baru berusia 2 bulan, tewas mengenaskan dengan leher nyaris putus akibat sabetan golok. Korban pertama kali ditemukan oleh salah seorang keluarganya yang sedang mengambil buah kopi dikebun yang tidak jauh dari kediaman tersangka.
Kapolsek Sumberjaya, AKP. Hendri, S.H mendampingi Kapolres Lambar, AKBP. Muhammad Muslim Siregar, S.Ik mengatakan, peristiwa naas itu terjadi ketika pelaku dan korban sedang mengambil buah kopi dikebun miliknya didaerah Tangkit Tebak Register 34 atau wilayah perbatasan antara Pekon Purajaya, Sumberjaya dan Tanjungraja, Lampura.

Suami-isteri yang berangkat dari rumah orangtuanya di Sangiangan, Bukitkemuning atau Purajaya, Sumberjaya dengan niat mengambil buah kopi dikebunnya tersebut, kedua pasangan muda tersebut sudah beberapa hari tinggal digubuk kebun kopi miliknya yang berada didaerah perbatasan antara Lambar-Lampura itu.

Karena tidak ada saksi mata yang melihat kejadian tersebut, dan permasalahan apa yang sedang dihadapi keduanya, Selasa (4/8) atau sekitar pukul 11.00 WIB, korban yang sedang mengasuh buah hatinya di dalam gubuk ditemukan tewas dan sudah tidak bernyawa. Sementara, anak kandungnya yang berada dipangkuan korban juga dibawa lari oleh sang ayah yang kini masih buron dan dalam pengejaran polisi.

Ditambahkan Hendri, karena tempat kejadian perkara (TKP) pembunuhan tersebut bukan diwilayah hukum Kecamatan Sumberjaya, akan tetapi merupakan wilayah hukum Tanjungraja, Lampura, pihaknya akan menyerahkan perkara itu kepada petugas Polsek Tanjungraja. Tapi, untuk mengungkap kasus tersebut dan mengetahui apa motif pembunuhan yang dilakukan terhadap isterinya tersebut, pihaknya akan membantu dan mencari pelaku.

Berdasarkan hasil pemantauan Radar Lambar (grup Radar Kotabumi) di Puskesmas Sumberjaya pukul 20.00 WIB, korban yang dibawa petugas Polsek Sumberjaya dengan leher nyaris terputus sebelum dimakamkan dan dibawa kerumah duka di Sangiangan, Bukitkemuning mendapat perawatan insentif petugas puskemas setempat. Kasrun, kakak kandung korban melihat adiknya terbunuh dan mengenaskan oleh suaminya merasa terpukul. Pihaknya, juga tidak menyangka Suwarman yang telah menikahi adiknya sejak beberapa tahun lalu serta dikaruniai satu orang anak tersebut bakal membunuh adiknya. Masalah apa yang sedang dihadapi keluarga adiknya tersebut tidak ada permasalahan apa-apa, dan mereka selama ini baik-baik saja. Karena tidak terima dengan kematian adiknya tersebut, pihaknya berharap petugas menangkap pelaku dan memberikan hukuman yang seadil-adilnya. “karena kejadian ini juga musibah, kami menyerahkan masalah ini kepada Allah SWT,”ujarnya seraya membawa jenazah korban ke Bukitkeming untuk disemayamkan.(*)
Readmore »»

Kamis, 23 Juli 2009

Bupati Buka Bulan Bhakti Gotong Royong

Laporan/Editor: Hermansyah

Negeri Agung.- Bupati Kabupaten Waykanan Drs. Hi.. Tamanuri,M.M membuka pelaksanaan Bulan Bhakti Gotong Royong Tingkat Kabupaten Waykanan di Kampung Bandare Dalam Kecamatan Negeri Agung kemarin (21/7). Acara yang dihadiri oleh seluruh unsur muspida tersebut, Tamanuri menyatakan bahwa sipat gotong royong adalah suatu kebiasaan masyarakat Indonesia yang sangat perlu untuk dipertahankan. Bahkan, harus dipupuk sedemikian rupa dengan harapan gotong royong dapat menjadikan hubungan antara sesama warga semakin erat.
Selain itu, kata Tamanuri, munculnya berbagai krisis dan persoalan di dalam masyarakat karena adanya krisis multi dimensi yang melanda Indonesia termasuk Kabupaten Waykanan, baik di bidang politik, sosila budaya, atau aspek sosial yang lain, serta melalui bulan bhakti gotong royong yang sedang dilaksanakan tersebut diharapkan dapat menimbulkan dan meningkatkan kembali kepedulian dan peran aktif masyarakat untuk mencapai penguatan kesatuan dan persatuan di dalam melaksanakan dan merawat semua hasil pembangunan.

“ Saya mengajak semua agar kita bisa menteladani apa yang telah diberikan oleh nenek moyang kita, dengan membiasakan dan menanamkan sipat gotong royong, serta kebersamaan dalam segala aspek kehidupan sehari-hari,” ajaknya.

Pada era otonomi daerah yang mengedepankan masyarakat sebagai pelaku utama pembangunan guna mencapai kemajuan dan kesejahteraan masyarakat, sangat diperlukan semngat kebersamaan yang kuat untuk maju, yang harus didukung oleh keuletan, ketekunan, dan kesadaran semua pelaku pembangunan, dan adanya perbedaan yang mencolok antara pembangunan masyarakat perkampungan dan perkotaan akan dapat menimbulkan cemburu sosial yang dapat memicu berbagai persoalan baru untuk itu perlu suatu kearifan

Readmore »»

Kamis, 16 Juli 2009

Penderita Chikungunya Berobat ke Puskesmas

Laporan/Editor: Hermansyah

GUNUNG LABUHAN -Masyarakat yang berada di Kecamatan Gununglabuhan kembali mendesak Pemkab Waykanan melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Waykanan untuk segera melakukan upaya-upaya kongkrit dalam menanggulangi semakin mewabahnya penyakit yang di duga Chikungunya di Kecamatan setempat.

Karena, dalam satu hari, masyarakat penderita Chikungunya yang berobat ke Puskesmas rawat inap Kecamatan Gununglabuhan mencapai 20 sampai 30 orang. Artinya, saat ini penyakit tersebut telah benar- benar mewabah di dalam masyarakat, hanya saja Dinas Kesehatan belum melakukan tindakan yang nyata dilapangan kecuali pelaksanaan fogging fokus di beberapa Kampung, padahal saat ini semua Kampung di Gununglabuhan telah terserang penyaklit yang sangat berbahaya tersebut. Hal tersebut disampaikan anggota DPRD Waykanan Hi. Romli S.Pd yang mewakili warga setempat kepada Radar Kotabumi kemarin ( 16/7).


Dikatakan kader PBR Waykanan itu, saat dirinya melakukan konfirmasi kepada Dinas Kesehatan tentang kendala yang menyebabkan tidak dilakukannya penyemprotan secara menyeluruh, mendapat jawaban akalu Dinas Kesehatan belum ada anggaran untuk itu. Namun demikian, setelah APBD-P disahkan oleh dewan, maka tidak ada alasan pihak terkait untuk tidak melakukan penyemprotan.

“ Hari ini (kemarin, red) APBP-P sudah disahkan oleh DPRD Waykanan dan eksekutif, yang artinya anggaran untuk pelaksanaan penyemprotan tidak lagi menjadi kendala, “tegasnya.

Selanjutnya, dengan adanya peristiwa yang menimpa masyarakat Kecamatan Gununglabuhan tersebut, seharusnya Pemkab Waykanan dapat melakukan hal- hal yang darurat, melalui anggaran yang sudah dialokasikan untuk itu, bukannya menunggu anggaran baru. Sebab, kalau hal itu terus dibiarkan maka diyakini dimasa yang akan datang akan jatuh korban. “ Masalah ini harus segera diantisipasi sejak dini, sehingga tidak terjatuh korban,” harapnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Waykanan, DR.Hi. Sri Widodo M.Kes SPD pernah menyatakan, karena keterbatasan dana maka pihaknya belum maksimal menjalankan tugas

Readmore »»

APBD-P Waykanan Devisit Rp.80,6 M.

Laporan/Editor: Hermansyah

BLAMBANGAN UMPU-Seperti tahun sebelumnya, paripurna pengesahan anggaran pendapatan belanja daerah perubahan (APBD-P) Kabupaten Waykanan berlangsung lancar, kemarin. Dimana sebelumnya, tersebar rumor kalau pengesahan APBD-P dimaksud akan berlangsung alot

“Kami tidak jadi menyampaikan pemandangan umum, karena semua masalah yang akan dipertanyakan sudah

mendapatkan jawaban dari satker saat pembahasan sebelumnya,” ujar panitia anggaran DPRD Waykanan, Hi Romli S.Pd kepada Radar Kotabumi kemarin (16/7).


Sementara itu, sekretaris panitia anggaran eksekutif yang juga Kepala Dinas P2KA Kabupaten Waykanan Drs. Hi. Edward Anthony,M.M menerangkan, pada APBD perubahan tahun 2009 ini, pendapatan direncanakan sebanyak Rp.585,8 Milyar, yang terdiri dari pendapatan asli daerah naik menjadi Rp.17,3 Milyar. Serta dana perimbangan turun menjadi Rp.414,7 Milyar, dan lain- lain pendapatan daerah naik menjadi Rp. 153,8 Milyar.

Selanjutnya, pada kelompok belanja, belanja tidak langsung turun dari Rp. 227 Milyar menjadi 224 Milyar, sedangkan belanja langsung naik dari Rp.412 milyar menjadi 441 Milyar.

“ Karena itu, APBD-Perubahan Kabupaten Waykanan tahun 2009 mengalami devisit anggaran sebesar Rp.80,6 Milyard, dimana defisit tersebut dapat ditutupi melalui kelebihan penerimaan pembiayaan sebanyak 80,6 Milyard. Karena, pada penerimaan pembiayaan sebesar Rp. 103 ,6 Milyard, sementara pengeluaran hanya Rp. 23 Milyard,” papar Edward. (*)

Readmore »»

Kamis, 09 Juli 2009

Motor V Truk, 2 Masuk RSU

Laporan/Editor: Hermansyah

Blambangan Umpu.- Tikungan Tajam yang memang banyak di jumpai di sepanjang jalan lintas Sumatera di Kabupaten Waykanan kembali memakan korban. Kali ini Median bin M.Ali (31), dan adiknya Andrean bin M.Ali (22), warga gang Kamboja LK I Srengsem Panjang Bandar Lampung dan dengan mengendari sepeda motor Yamaha Vega R Nopol BE 6924 BI dari arah Bandar Lampung bertabrakan dengan Truk Colt Diesel warna Kuning Nopol BE 9249 N dari arah Martapura menju Baradatu ditikungan tajam depan kuburan
Kampung Negeribaru, Kecamatan Blambangan Umpu sekitar pukul 10.00 Wib kemarin. Akibatnya, kedua kakak adik itu mengalami luka parah dan dirawat di RSUD Zainal Abidin Pagar Alam WayKanan. Kasatlantas Polres Waykanan AKP Hi. Sakimin,S.H mendampingi Kapolres WayKanan AKBP Lukas Akbar Abriari S.IK,M.H, membenarkan kejadian tersebut. Saat ini kedua kendaraan yang saling bertabrakan tersebut telah diamankan di Mapolres Waykanan.

“ Kedua kendaraan tersebut sama-sama melaju dengan kecepatan tinggi, sehingga tidak dapat lagi menghindari Kecelakaan,” tegas Sakimin.

Atas kejadian tersebut lanjut Sakimin, kedua pengendara sepeda motor yakni Median mengalami luka di Hidung patah, tangan kiri luka berat dan adiknya Andrean mengalami patah tangan kanan dan memar di kepala dan saat ini telah dirawat di RSUD Waykanan. Sementara sopir truk melarikan diri. “ Kedua pengendara sepeda motor sudah di rawat dirumah sakit waykanan. Sedangkan, sopir truk dalam pengejaran petugas,”ungkapnya. (*)
Readmore »»

Jumat, 03 Juli 2009

Antisipasti Berkembangnya Nyamuk AI


Laporan/Editor: Hermansyah

Blambangan Umpu-Mengantisipasi berkembangnya nyamuk Aedes aegepty diwilayah Keluharan Blambangan Umpu Kabupaten Waykanan, khususnya di daerah stasiun Kereta Api (pasar) Kelurahan Blambanan Umpu, kemarin (3/7), Puskesmas Blambangan Umpu dan Kecamatan Blambangan Umpu melakukan pembersihan lingkungan, dengan mengerahkan seluruh staf puskesmas, staf Kecamatan dan staf Keluharan Blambangan Umpu dengan dipimpin langsung oleh Camat Erlan, Kepala Puskesmas Arlan dan Lurah Blambangan Umpu, A. Saad.

“Berdasarkan laporan yang kami terima dari kepala Puskesmas Blambangan Umpu bahwa daerah stasiun Blambangan Umpu merupakan endemis DBD. Itu dibuktikan dengan adanya beberapa warga setempat yang terserang DBD,” ujar Camat Blambangan Umpu, Erlan, yang pagi itu bersama-sama dengan Kepala Puskesmas Blambangan, Arlan, memimpin langsung kebersihan lingkungan dari stasiun menuju kantor camat dan puskesmas sejauh 1 Km. Karena itu, pihaknya akan mengaktifkan kembali gotong royong kebersihan yang melibatkan seluruh masyarakat. “ Apabila lingkungan tempat tinggal kita sehat, yang paling pertama merasakan manfaatnya dalah warga itu sendiri, karena secara otomatis dengan lingkungan yang sehat warganya pun akan selalu sehat,” katanya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Blambangan Umpu, Arlan mengatakan, kegiatan itu dilakukan bersama-sama dengan unsur pimpinan Kecamatan Blambangan Umpu didasari dari kejadian yang menimpa Kecamatan Gununglabuhan, yang saat ini hampir semua kampung diduga sebagai endemis Chikungunya.

“Kalau puskesmas akan melakukan penyemprotan, prosedurnya harus lapor dulu ke Dinas Kesehatan Waykanan, akan tetapi yang kami lakukan ini adalah antisipasi berkembangnya kembali nyamuk penyebab DBD,” ungkapnya. Ternyata, hal ini mendapat sambutan yang sangat baik dari masyarakat, itu dapat dilihat dari antusiasnya warga membantu melakukan kebersihan lingkungan.

Menurut Arlan, hendaknya masyarakat dalam kehidupan sehari-hari membiasakan hidup sehat dalam ingkungan yang sehat. Karena itu, warga harus membiasakan pula melakukan 3 M, yakni mengubur, menutup dan membersihkan lingkungan, karena dengan kebiasaan tersebut manfaatnya akan langsung dirasakan oleh masyarakat. (*)
Readmore »»

Selasa, 30 Juni 2009

KTP Waykanan Rp.5.000

Laporan/Editor: Hermansyah

Blambangan Umpu.- Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Waykanan Drs. Hi Danial Gunawan,.M.M menegaskan bahwa sesuai dengan Peraturan Daerah Kabupaten Waykanan, maka pihaknya menarik biaya pembuatan KTP ( Kartu Tanda Penduduk ) sebesar Rp. 5.000 / KTP, sehingga jika ada biaya tambahan diluar ketentuan itu bukan tanggung jawab pemkab, tetapi ulah oknum nakal.

“Sesuai dengan perda yang ada, pembuatan KTP, KK dan akte kelahiran hanya dikenakan biaya Rp.5000,” ujar Danial. Untuk menghindari terjadinya percaloan untuk mendapatkan KTP, maka yang bersangkutan dapat langsung ke Disdukcapil dengan cara mengisi formolir yang telah disiapkan.” Adanya masyarakat yang mengeluhkan proses pembuatan KTP lebih dari Rp.10.000, itu karena ketidak tahuan masyarakat mengenai ketentuan yang berlaku,” terangnya.

Dari hasil pemantauan di 14 kecamatan dalam wilayah Waykanan, warga yang akan membuat KTP dikenakan biaya bervariasi dari Rp. 15.000- Rp.20.000 sampai Rp. 50.000/ KTP. Hal itu telah menjadi semacam keputusan bawah tangan yang akan selalu di patuhi warga, sehingga bagi masyarakat yang tidak mampu untuk membayar sesuai dengan permintaan oknum yang tidak bertanggung jawab maka tidak akan membuat KTP.

Sementara itu, menurut salah seorang pegawai Kecamatan di Negeri Besar yang jaraknya dari Ibukota Kabupaten Waykanan mencapai 80 Km, dalam membantu warga membuat KTP tetap dikenakan biaya sesuai perda. hanya saja, ada tambahan untuk biaya transportasi dalam mengurus pembuatan KTP itu ke Kabupaten.

“ Baik pegawai Kecamatan, Kelurahan atau Kampung mana saja tentu akan berpikiran yang sama dengan kami, yakni taat dan patuh pada peraturan. Tetapi, perjalanan mengurus KTP itu ke Kabupaten tentu mempunyai pengeluaran, itu menjadi tanggung jawab yang bersangkutan,” kata dia.

Karena itu, bukan biaya pembuatan KTP yang mahal, namun biaya jasa orang yang mengantarnya ke Kabupaten dinlia tinggi. “ Kepada warga yang mengurus sendiri kami sama sekali tidak meminta biaya ongkos,” kata pegawai kecamatan itu dengan mewanti-wanti agar namanya tidak ditulis . (*)
Readmore »»

Bupati Serahkan 100 Sapi Brahman Cross


Laporan/Editor: Hermansyah

Blambangan Umpu - Untuk mencapai Kabupaten Waykanan menjadi lumbung padi yang tangguh dan mandiri, kemarin (30/6) Bupati Waykanan Tamanuri menyerahkan bantuan Sapi Brahman Cross kepada dua kelompok tani di Kampung Bumibaru dan di Kampung Tanjungsari, Kecamatan Blambangan Umpu dalam acara Pengajian Akbar yang digelar di Kampung Bumibaru.

“ Sebanyak 85 persen masyarakat Kabupaten Waykanan menggantungkan hidupnya dari sektor Perkebunan dan Pertanian,” ujar Tamanuri pada saat memberikan bantuan 100 ekor Sapi Brahman Cross masing-masing 50 ekor untuk 1 Kelompok Tani dari Kampung Bumibaru dan 50 ekor untuk 1 Kelompok Tani yang berasal dari Kampung Tanjungsari Kecamatan Blambangan Umpu.

Karena itu, pemkab selalu membuat program dan kebijakan yang berguna mengentaskan masyarakat dari kemiskinan dari pencapaian keberhasilan dibidang pertanian dan perkebunan serta peternakan, dan salah satu upayanya adalah memberikan bantuan bibit ternak sapi kepada kelompok tani.

Tamanuri mengharapkan, dengan adanya bantuan ini dapat dimanfaatkan dan dipelihara dengan baik, serta menjadi kebanggaan peternak Kabupaten Waykanan, sehingga swasembada daging sapi di Kabupaten ini dapat tercapai. (*)
Readmore »»

Selasa, 23 Juni 2009

Pemprov Diminta Turun Tangan


Laporan/Editor: Hermansyah

BLAMBANGAN UMPU--Pemerintah kabupaten Waykanan mengharapkan pemerintah provinsi Lampung untuk segera menyelesaikan permasalahan perbatasan kabupaten Waykanan dengan kabupaten Tulang Bawang (saat ini Tulang Bawang Barat, red ). Hal tersebut disampaikan kepala bagian Tata Pemerintahan Sekdakab Waykanan Hi.MA. Mulyono,S.H didampingi Kasubag Batas Wilayah Ahmad Hernawan, SP, dan Asisten I Bidang Pemerintahan Bulkoini, S.H.M.H bahwa pada tahun 2003 lalu kedua kabupaten (WayKanan dan Tulang Bawang) pernah melakukan pelacakan batas sekaligus pemasangan patok batas sementara, dibawah pengawasan langsung tim Pengawasan Batas Daerah Provinsi Lampung, (tidak dilakukan secara sepihak oleh Pemkab Waykanan).

“Pernah dilakukan pematokan batas bersama-sama pada tahun 2003 lalu,” ujar Ahmad Hernawan.

Sedangkan, hasil pengukuran diperoleh 71 titik koordinat, yang langsung dipasang patok batas dengan panjang 76,2 Km, dengan posisi titik Nol (0) di antara desa Karta Tulang Bawang Udik kabupaten Tulang Bawang dan kampung Negeri Besar kecamatan Negeri Besar kabupaten Waykanan, dimana patok terakhir berada diantara kawasan hutan register 44 kecamatan Gunung Terang kabupaten Tulang Bawang dan kawasan hutan register 44 kecamatan Negara Batin kabupaten Waykanan. “Hanya saja, patok yang ada hilang dari tempatnya,”ungkapnya.

Ditambahkan, Hi.MA Mulyono, S.H, pada tahun 2005 telah terjadi keributan antara warga kabupaten Waykanan dan warga kabupaten Tulang Bawang yang memperebutkan lahan garapan diregister 44, yang hak kelola hutan berada ditangan PT Inhutani, atas kejadian itu pemkab Waykanan melalui TPPBD (tim penetapan dan pengawasan batas daerah), mendesak pemprov Lampung segera mempasilitasi penyelesaian sengketa batas.

“Bulan Desember 2008 lalu terjadi kesepakatan untuk turun ke lapangan guna pemancangan batas sementara, akan tetapi sempat dihalangi oleh oknum kepala kampung, yang anehnya tidak ada sedikitpun tindakan yang dilakukan oleh Pemkab Tuba dan aparat setempat untuk mengamankan dan menangkap pelaku penggagalan pemasangan patok batas tersebut,” katanya seraya mengatakan, lokasi tanah yang disengketakan itu berada dalam register 44 sungai Muara Dua yang artinya berada di dalam tanah lahan negara, yang tidak boleh menghalang- halangi tim.
Readmore »»

Senin, 22 Juni 2009

Pendidikan di Waykanan Raih Prestasi

Laporan/Editor: Hermansyah

Blambangan Umpu- Walaupun belum mencapai kelulusan 100 %, akan tetapi pencapaian kelulusan 99 % bagi siswa SMA/SMK dan MAN di kabupapten Waykanan merupakan suatu prestasi yang cukup baik dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

“Kita belum mencapai hasil yang membanggakan, namun pencapaian kita tahun ini jauh lebih baik dari tahun sebelumnya,” ujar Alimin S.Pd. Kabid SMA dinas Pendidikan kabupaten Waykanan mendampingi Kepala dinas Pendidikan Drs.Hi.Sulpakar, M.M pada Radar Kotabumi kemarin (19/6).

Menurutnya, dari 14 SMA yang ada di Waykanan, 9 diantaranya berhasil meluluskan siswanya 100 %, yaitu SMA Pakuonratu, SMA Negarabatin, SMA Negeribesar, SMA Bumiagung, SMA Buaybahuga, SMA Rebangtangkas, SMA Baradatu, SMA Gununglabuhan, dan SMA Negeriagung. Sedangkan, 5 SMA lainnya ada siswanya yang tidak lulus mencapai puluhan, atau rata-rata dua siswa dalam satu sekolah.

Dikatakan Alimin, prestasi yang paling maksimal diraih oleh SMAN I Kecamatan Rebangtangkas. Karena, pada tahun sebelumnya, seluruh siswa yang berasal dari jurusan Biologi tak seorangpun lulus ujian, akan tetapi pada tahun 2009 ini semua siswanya dapat lulus 100 %.

Menurut Alimin, semua siswa SMA Waykanan yang tidak lulus dalam Ujian Nasional tersebut saat ini telah didaftarkan untuk mengikuti Ujian Paket C yang akan digelar di tempat Kelompok Belajar masing-masing pada tanggal 23 Juni mendatang.

“Lulusan paket C dapat diterima di perguruan tinggi. Karena itu, bagi siswa yang tidak lulus dalam Ujian Nasional merupakan kerugian yang sangat besar bila mereka tidak mengikuti ujian paket C pada tangga 23 Juni mendatang,” pungkasnya. Readmore »»

Rabu, 17 Juni 2009

Polres Waykanan Siap Amankan Pilpres

Laporan/Editor: Hermansyah

Blambangan Umpu-Untuk mengamankan pelaksanaan pemilihan presiden dan wakil presiden yang akan digelar 8 Juli 2009 mendatang Polres Waykanan menerjunkan 345 personil Polri.

Kapolres Waykanan AKBP Lukas Akbar.A,S.IK,M.H, mengatakan, segala sesuatu persiapan pelaksanaan pengamanan pilpres telah dipersiapkan dengan baik, karena tim pengamanan yang dibentuk saat pelaksanaan pileg belum dibubarkan sehingga masih solit dan siap pakai.

“ Personil saya selalu stanby dan siap kapan saja,” ujarnya.

Karena dalam pelaksanaan pilpres tidak ada penambahan jumlah tempat pemungutan suara, kata Kapolres, personil telah siap melaksanakan tugas pengamanan pilpres dengan komposisi satu personil mengamankan 2 TPS.

Selain itu, menjelang pelaksanaan pilpres ini juga pihaknya telah menggelar Operasi Mantap Brata sampai pelaksanaan pilpres berahir. “Apabila pilpres dilaksanakan dalam dua putaran, maka operasi mantap brata akan digelar dalam dua putaran pula,” kata Lukas yang ditemui usai menggelar ramah tamah dan perkenalan dengan seluruh insan Pers se Kabupaten Waykanan di Rumah Makan Wisata Minang kemarin. ( 15/6).

Lukas menambahkan, pada saat pelaksanaan pilpres nanti, pihaknya tidak akan melakukan pengamanan sendiri melainkan akan mendapatkan bantuan personil dari Polda Lampung sebanyak 120 personil, dari TNI dan Linmas.

“Di dua tempat pemungutan suara itu nantinya akan dijaga oleh 1 polisi, 4 anggota linmas yang telah cukup terlatih untuk melakukan pengamanan, sehingga masyarakat tidak perlu untuk merasa ragu dalam menjalankan hak pilih mereka,” terangnya.

Sementara itu, terkait dengan kegiatannya yang mengumpulkan wartawan, menurut Lukas hal itu merupakan salah satu program yang telah lama ia idamkan, dengan harapan akan terjalin suatu komunikasi dan kesepahaman yang baik antara Insan Pers dan kepolisian resort Waykanan.

“Kami (Polres Waykanan,red ) selalu membuka diri untuk kawan-kawan wartawan, dan siap menyampaikan apapun yang perlu diketahui oleh masyarakat,” tegas Kapolres. Readmore »»

Senin, 08 Juni 2009

Sumur Bor Puskesmas Baradatu Disoal

Laporan/Editor : Hermansyah

BARADATU— Lagi, sejumlah tokoh masyarakat kecamatan Baradatu, kabupaten Waykanan kembali mempersoalkan tidak beroperasinya sumur bor milik Puskesmas Baradatu yang dikelola oleh dinas Kesehatan Kabupaten Waykanan. Karena, proyek tersebut dinilai hanya melakukan pemborosan anggaran yang ada. Hanya saja, walaupun proyek tersebut tidak bermanfaat, namun pihak rekanan yang melaksanakan proyek itu tidak dikenakan sangsi.

Berdasarkan data yang dihimpun, melalui anggaran tahun 2009 ini Puskesmas rawat inap kecamatan Baradatu kembali mendapatkan proyek pengadaan sumur bor. Padahal, disitu telah ada dua sumur bor, yang keduanya tidak berpungsi. Semestinya, pihak terkait dapat mengambil langkah kongkrit, baik secara hukum ataupun administrasi. “Ini diduga ada kesalahan dalam pelaksanaannya,” ujar Elyas Yusman SE, ketua fraksi Partai Golkar DPRD Waykanan pada Radar Kotabumi kemarin ( 8/6).

Elyas menyatakan, proyek sumur bor yang tidak bermanfaat itu terdapat kesalahan dalam pelaksanaan oleh rekanan tersebut, dalam hal ini dinas Kesehatan. Sementara, yang dilakukan saat ini dilakukan oleh Unit Kerja PAB (pengadaan air bersih) Waykanan, untuk selanjutnya diharapkan pelaksanaan pembuatan sumur bor tidak lagi bermasalah.

Menurutnya, ada dua permintaan. Pertama, bagi yang terlibat dalam pelaksanaan pembuatan sumur bor macet untuk segera ditindak lanjuti secara hukum. Karean sumur bor itu besar sekali manfaatnya. Bayangkan, untuk mengisi tong air puskesmas tersebut, pegawai harus membeli air dari luar, padahal telah dua kali mendapatkan proyek sumur bor.

Dari hasil investigasi, saat ini lokasi sumur bor yang memang tidak berpungsi itu telah ditutup dengan meja oleh petugas penjaga puskesmas setempat. “Saat itu pegawai Puskesmas mengaku bila sumur bor tersebut memang tidak berpungsi sejak dibuat hingga saat ini,” kata pegawai tersebut yang minta namanya untuk tidak ditulis. Readmore »»

Selasa, 02 Juni 2009

Pengajuan Sekdes Disoal

Laporan/Editor; : Hermansyah

Pakuon Ratu-Pengajuan sekretaris kampung yang akan diangkat sebagai pegawai negeri sipil kembali di permasalahkan warga, karena dianggap sarat dengan kolusi. Seperti halnya warga kampung Negara Tama kecamatan Pakuon Ratu mempermasalahkan pengajuan Akhmad Sofyan R, sebagai sekretaris Kampung Negara Tama yang akan diangkat sebagai pegawai negeri sipil ( sesuai program pemerintah, red ). Sementara, pada saat pengajuan yang menjabat sebagai sekretaris Kampung adalah Akhmad Yusuf.

“Pada data base sekretaris kampung se-Kabupaten Waykanan yang diajukan, dan akan diangkat sebagai pegawai negeri sipil tertera nama Akhmad Sofyan R, berdasarkan SK No.141/25/NT/2004 tanggal 15 Februari 2004, padahal pada saat SK itu keluar, yang menjabat sebagai sekretaris kampung adalah Akhmad Yusuf,” ujar Akhmadi tokoh pemuda Kecamatan Pakuon Ratu Pada Radar.

Menurut Akhmadi, terkait dengan masalah tersebut pihaknya telah menyampaikan pengaduan kepada Bupati Waykanan, melalui Ketua BPK dan Sekretaris BPK Kampung, karena dalam perioede hingga 2005 terjadi 3 kali pergantian sekretaris kampung.

Selain itu, kata Akhmadi, sesuai dengan PP 72 tahun 2005, yang menyatakan aparat kampung mendapatkan tunjangan, akan tetapi Akhmad Toha yang menjadi sekretaris kampung Negara Tama pada tahun 2006 berdasarkan SK No.07/X/NT/2005, tetapi tunjangannya sebagai Sekretaris Kampung tahun 2006 2006 tidak pernah ia terima.

Hanya saja, pada tahun 2007 tepatnya pada tanggal 7 Mei 2007, Akhmad Toha membuka rekening di BRI Unit PPD Bunga Mayang , dan pada Tanggal 23 Juli 2007 Rekening Ahmad Toha mendapatkan transper Rp 1.200.000, pada tanggal 28 Desember 2007 rekening Ahmad Toha kembali mendapatkan transper dari Pemkab Waykanan yang berdasarkan prin out buku rekening pada tanggal 2 April 2008 sebanyak Rp. 1.200.000 diambil oleh orang lain.

Karena itu sampai kemarin rekening milik Akhmad Toha itu masih hidup, akan tetapi tidak lagi mendapatkan transper dari Pemkab yang diduga diambil oleh orang lain.

Sementara itu, menurut Ny. Supinah Anggota DPRD Waykanan yang saat itu adalah Kepala Kampung Negara Tama yang juga sebagai orang tua dari Akhmad Sofyan R. bahwa memamg ia sempat mengangkat Akhmad yusuf sebagai Sekdes. Tetapi, karena Akhmad Yusuf tidak berdomisili di Negara Tama, sementara ia membutuhkan pembantu yang mampu dan setiap saat dapat membantunya maka ia telah membuat SK baru mengangkat Anak Kandungnya Akhmad Sofyan R sebagai sekretaris kampung dan itu diketahui oleh semua perangkat kampung. Readmore »»

Minggu, 31 Mei 2009

11 Gerbong Masih Melintang di Jalan

Laporan/Editor: Hermansyah

Blambangan Umpu.- Sampai dengan pukul 17.00 Wib, kemarin (29/5), dari 14 gerbong kereta api yang terjatuh dari rel, baru 3 gerbong yang berhasil diangkat. Sedangkan, 11 gerbong lainnya masih melintang dijalan. Karena itu,

PT. Kerata Api Indonesia belum dapat mengoperasikan semua KA yang melalui jalur Waykanan-Lampung Utara.

“ Target kami sampai pukul 22.00 Wib kemarin, semua rangkaian gerbong yang jatuh dapat di naikkan keatas rel sehingga kembali normal,” ujar Zakaria, Humas PT KAI Tanjung Karang yang berhasil di konfirmasi Radar Kotabumi kemarin ( 29/5). Hanya saja, sejak Kamis sampai hari ini (Sabtu) PT KA masih membatalkan semua jurusan dan mengembalikan biaya pembelian tiket sampai 100 persen.

Menurut Zakaria, dengan kondisi alam yang tidak berpihak kepada timnya, apalagi kondisi tempat terjatuhnya KA di daerah terjal dan berbukit, dirinya merasa pesimis dengan target yang telah ditentukan.

“Namanya kerja kita harus optimis untuk mencapai target, namun dengan kondisi sekarang ini saya hanya dapat menyatakan Insya Allah pada pukul 22.00 wib, lintasan sudah dapat dilalui oleh KA,”ungkapnya.

Sedangkan mengenai penyebab tergelincirnya Kereta Babaranjang tersebut, Zakaria enggan menjawab secar detail.

“Apa penyebab hingga terjadi musibah ini, ada tim khusus yang berhak memberi keterangan. Saat ini mereka ( tim khusus) sedang melakukan penelitian tentang penyebab kejadian, apakah karena paktor alam, atau dikarenakan human eror,”tegas Zakaria.

Sementara itu, anjloknya Kereta Api bukan hal baru bagi masyarakat Waykanan. Karena, sudah sering terjadi. “ Namun, kereta api masih merupakan satu- satunya sarana transportasi yang lancar, dan masyarakat tetap setia menggunakannya,” pungkasnya.

Sekedar diketahui, sekitar pukul 17.30 Wib, Kamis (28/5), sebanyak 14 gerbong KA Babaranjang anjlok di Km 138/g perbatasan antara Stasiun Negeri Agung kabupaten Waykanan dengan Stasiun Tulung Buyut Sungkai Utara Lampung Utara. Akibatnya, operasional kedua jalur di batalkan sementara.

“ Kami memperoleh kabar tentang anjloknya gerbong KA Babaranjang sekitar pukul 17.35, hal itu dikarenakan komunikasi telepon dari lokasi kejadian sangat sulit,” ujar Wahidin selaku kepala Stasiun Kereta Api Blambangan Umpu kemarin malam.

Menurut Wahidin, dari 40 rangkaian gerbong Babaranjang yang penuh Batubara dari Tanjung Enim Sumatera Selatan

dengan tujuan Tanjung Karang tersebut terdapat 14 gerbongnya lepas dari lintasan rel, bahkan ada yang sampai melintang, sehingga membuat rusak bantalan beton yang dijadikan landasan.

“Sebelum bantalan rel kereta api ini dilakukan perbaikan, secara otomatis kami belum bisa melakukan apa-apa, sehingga dapat dipastikan sementara 24 jam kedepan pengoperasian kereta api penumpang ataupun kereta barang terpaksa dihentikan hingga waktu yang belum diketahui,” ungkapnya. Readmore »»

 

Dirimu adalah bayanganmu sendiri yang akan segera sirna dalam pancaran matahari. Segeralah kau tatap caha-Nya!(Jalaluddin Rumi)

Recent Post

Recent Comments

Woro-Woro

Bagi anda masyarakat Baradatu Khususnya dan Masyarakat Way kanan Umumnya yang berminat menjadi Kontributor/Penulis di blog Komunitas Baradatu(Kobara) atau anda memiliki informasi yang menarik seputar Baradatu dan Way Kanan silahkan kirim email ke : bu_kit_kemuning@yahoo.co.id dengan Subjek : Kontributor Posting blog Kobara.
demikian Pengumuman ini dibuat atas Perhatiannya di ucapkan terimakasih.

*Admin