Selamat Datang di Blog Komunitas Baradatu.Media Informasi Online Baradatu dan Way Kanan.Untuk Informasi dan Umpan Balik Silahkan Kontak Admin.Terima Kasih.
Tampilkan postingan dengan label Tajuk. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tajuk. Tampilkan semua postingan

Jumat, 07 Mei 2010

Mau di bawa kemana bangsa ini???

Akhir-akhir ini isu politik,hukum dan keamanan mewarnai negeri ini.dimulai dari kasus century,mafia hukum dan lain-lain.. sampai -sampai bangsa ini kehabisan energi untuk memikirkan kesejahteraan rakyatnya.sebagai orang awam yang mengikuti perkembangan politik di negeri ini saya merasa "keadaan" ini(kasus century) di politisasi untuk kepentingan parpol dan segelintir orang. kenapa bangsa ini tidak memikirkan hal-hal yang lebih urgen untuk kepentingan rakyat, misalya kesejahteraan rakyat kecil seperti kesehatan dll...? terutama yang saya tidak habis pikir adalah "ulah" anggota DPR yang memboikot kehadirqan Menkeu Sri mulyani untuk mengagendakan RAPBN yang jelas -jelas semua itu dilakukan untuk kepentingan rakyat??apakah logika dan akal sehat anggota DPR (yang memboikot)sudah hilang?kalaupun mereka tidak setuju dengan kehadiran Sri Mulyani itu adalah hal lain.. jangan sampai masalah tersebut dibawa menjadi sesuatu yang tidak proporsional.. kan masalh century telah diserahkan kepada aparat penegak hukum?lagi pula tidak ada pembuktian hukum yang mengatakan Sri Mulyani salah... sampai saat ini.. yang ada adalh proses politik di pansus DPR yang mengatakan Sri Mulyani bersalah.. dan itu tidak dapat dijadikan sebagai pembuktian hukum..! katanya anggota DPR sebagai representasi dari rakyat tapi kok terlihat sekali mewakili kepentingan elit dan golongan... kepada Ibu Sri Mulyani terus maju..!meskipun anda tidak menjadi Menkeu RI.. semoga ada keteladanan yang dapat dipetik dari kepemimpinan anda.. mohon maaf jika ada pihak yang tersinggung dengan postingan ini.. saya hanyalah anak bangsa dan rakyat kecil yang ingin melihat bangsa ini bergerak lebih baik..
Readmore »»

Sabtu, 16 Januari 2010

Curup gangsa masuk TV

suatu kebanggaan bagi saya sebagai bagian dari masyarakat way kanan. mengapa? tidak lain hari ini salah satu objek wisata yaitu curup gangsa yang terletak di kasui kab. way kanan bisa masuk televisi swasta di MNC News dalam kilas indonesia.yang membuat saya lebih bangga dalam headline beritanya lampung mendapat julukan kota seribu air terjun. ini membuktikan bahwa way kanan tidak terisolir dari dunia luar. Dengan berkembangnya informasi dan komunikasi di way kanan harusnya bisa dimanfaatkan oleh masyarakat untuk memperkenalkan way kanan baik dari segi pariwisata, budaya dan keragamannya. Bravo way kanan!

Readmore »»

Minggu, 02 Agustus 2009

SBY, Bom, dan Diplomasi Golf

Hari Minggu tanggal 26 Juli 2009 lalu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) didampingi Ibu Negara menyerahkan piala kepada pegolf India, Gaganjeet Bhullar.

Dia adalah juara Golf International Tournament Indonesia President Invitation 2009. Turnamen golf bergengsi itu diselenggarakan di Damai Indah Golf BSD Tangerang. Selain Piala Presiden, turnamen yang diikuti 156 peserta dari 24 negara itu juga memperebutkan hadiah total USD400.000.

Turnamen golf internasional bukan yang pertama diselenggarakan oleh dan di Indonesia. Sebelumnya, Indonesia telah menjadi tuan rumah serangkaian turnamen kelas dunia sejenis. Namun kali ini, mengingat turnamen tersebut diselenggarakan hanya beberapa hari setelah ledakan bom di hotel JW Marriott dan Ritz Carlton, Jakarta, dan di tengah sisa-sisa ketakutan banyak orang, maka turnamen golf itu menjadi sangat penting dan bersejarah. Tidak saja bagi komunitas dan pencita olah raga golf di dalam dan di luar negeri, juga bagi bangsa kita secara keseluruhan yang baru saja melewati deraan bencana.
Titik Hitam

Ledakan bom tanggal 17 Juli 2009 itu mengakibatkan negeri kita kembali dilihat banyak orang, terutama warga asing sebagai tempat yang kurang aman dikunjungi untuk sementara waktu. Dunia pun marah, mengutuk dan mengecam. Terlebih setelah tragedi itu ancaman bom merebak pula ke sejumlah tempat vital lain, khususnya di Jakarta.

"Titik hitam dalam sejarah kita," geram SBY. Rupiah sempat goyah dan harga saham gabungan turun, meski tak separah akibat bencana bom yang pernah terjadi sebelumnya. Kunjungan wisatawan asing pun terganggu. "Travel warning" lalu diumumkan oleh negara-negara sahabat.

Orang Indonesia bahkan membatasi diri pula untuk bepergian meninggalkan rumah, sekadar sebagai tindakan berjaga-jaga. Inilah tak enaknya bila teroris beraksi, mengancam, dan menghancurkan, di mana pun tempat dan negaranya.

Meyakinkan Dunia

Turnamen golf internasional di BSD itu berlangsung baik, aman, dan lancar. Di luar kegiatan resmi, para pemain dan anggota tim negara asing menjalankan kegiatan tanpa hambatan. Mereka percaya pada jaminan keamanan Indonesia pascaledakan bom. Mereka juga memahami bahwa ledakan bom bisa terjadi di mana pun, termasuk di negara-negara asal mereka sendiri.

Kehadiran SBY pada turnamen tersebut tidak semata-mata dapat dilihat karena turnamen menyandang label Piala Presiden. Lebih dari itu, SBY menunjukkan perhatian yang besar dan positif terhadap olahraga golf, menghargai tamu-tamu bangsa Indonesia dari luar negeri, serta meyakinkan dunia bahwa keamanan Indonesia pascaledakan bom segera pulih dan kembali normal.

Berbagai turnamen olah raga, seperti golf, dapat dijadikan media promosi Indonesia yang efektif di forum dunia. Banyak pencinta olahraga mengenal lebih dekat suatu negara hanya karena events kejuaraan internasional diselenggarakan di negara itu. Ini tentunya tak terlepas dari peranan media pers. SBY sendiri memberikan arahan agar jangan ada events internasional dan nasional di Indonesia yang dibatalkan terkait bom JW Marriott dan Ritz Carlton.

Perihal Manchester United memang waktunya sangat berdekatan dengan tragedi bom itu, sehingga bisa dimaklumi. Diplomasi golf SBY hendaknya dapat dimaknai, dipahami, dan diikuti pula oleh para pemimpin lain di negeri ini, baik di pusat maupun di daerah.

Bahwa dengan menyelenggarakan, menggagas, mendukung dan memfasilitasi berbagai events nasional dan internasional yang diliput media massa secara luas, khususnya di bidang olahraga, upaya recovery dan meningkatkan pencitraan Indonesia di luar negeri tentu memperoleh hasil lebih baik.

Golf dan Pariwisata

Olahraga golf dan pariwisata tak bisa dipisah. Banyak negara di dunia mengandalkan golf sebagai sumber penting devisa negara. Indonesia kini tengah ke sana. Menurut Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik yang juga Ketua Persatuan Golf Indonesia (PGI), sebagian wisatawan asing yang berkunjung ke beberapa tempat di Jawa ternyata semata-mata hanya untuk bermain golf.

Lihat, 25% wisatawan Korea Selatan ke Indonesia hanya untuk golf. Ini luar biasa. Belanja mereka di Indonesia tentunya tidak sedikit. Perkembangan yang sama terjadi di beberapa negara Asia Tenggara. Malaysia, Thailand, dan Filipina kini menjadi tujuan ramai wisatawan golf. Kementerian Pariwisata Filipina bahkan secara khusus menyebut pemain golf dari Jepang sebagai "quality tourist" karena begitu banyak wisatawan negeri itu masuk ke negeri itu untuk golf.

Devisa negara pun tentu mengucur besar dan deras. Benar, kini dan ke depan, olahraga golf menjadi salah satu andalan wisatawan negara, terutama negara-negara kawasan Asia. Jika pada 1970-an jumlah lapangan golf di Asia Tenggara hanya sekitar 50, sekarang lebih 500.

Di Indonesia terdapat sekitar 200 lapangan golf. Jika Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata mengajukan dana Rp100 miliar untuk pemulihan pariwisata nasional pascaledakan bom, maka peran serta pengusaha, marketingdan event organizer olahraga golf, serta olahraga lain di Indonesia tentunya juga perlu ditingkatkan, didukung dan difasilitasi dengan baik.

Mereka adalah pahlawan pariwisata nasional kita. Sukses besar "Japan Executive Gathering Tournament, Indonesia Golf Promo 2009" yang diselenggarakan di Karuizawa, Jepang, oleh Javaline bersama Asian Senior Golf Amateur Association (ASGA) dan Kedutaan Besar RI di Tokyo April 2009 lalu membuktikan potensi wisata golf Indonesia sangat besar.

Indonesia lalu semakin mengukuhkan diri menjadi tujuan utama dan referensi golf Asia, terlebih setelah Agoes S Soelewah dari Indonesia menjuarai turnamen itu. Direktur Jenderal Pemasaran Pariwisata Sapta Nirwandar sangat yakin olahraga golf semakin penting bagi pariwisata Indonesia ke depan.

Apalagi golf menunjang pertumbuhan berbagai sektor ekonomi lain. Terpenting, agar apa pun events nasional dan internasional di Indonesia dapat diliput luas oleh media pers dalam dan luar negeri. Biaya yang dikeluarkan tentu tak semahal memasang iklan promosi di stasiun-stasiun TV internasional.(*)

Al Busyra Basnur
Pengamat Internasional
Readmore »»

Rabu, 24 Juni 2009

Neolib

Neolib kata yang lengkapnya neoliberalism ini menjadi hot di negeri. mulai Ekonom,politisi hingga praktisi menyoal neolib yang menyeruak begitu saja dan bergerak tanpa arah.Dalam skop kekinian di negeri ini neolib memang telah menjadi dagangan yang kontroversial."Barang" tak berwujud itu seakan menjadi merek dagang yang kurang menguntungkan di pasar politik negeri ini.Setidaknya itu dirasakan salah satu pasangan kontes presiden yang diidentifikasi sebagai "pemegang" lisensi produk asli negara barat tersebut.namun hingga detik ini rakyat tidak pernah mengerti apa sebenarnya neolib yang diributkan elite politik kita.Kontes presiden juli nanti menjadi momentum bagi elite politik menebar pesona hingga mencela lawan politiknya melalui isu yang sulit di pahami rakyat.
Suka tidak suka sebuah negara dengan sistem ekonomi terbuka tentu harus pula berhadapan dengan pasar bebas.Dalam konteks ini Indonesia sulit untuk tidak menjadi bagian dari sistem pasar bebas dan paham neolib sebagai reinkarnasi dari sistem ekonomi liberalisme saat ini memang telah menguasai sistem ekonomi dunia.
Isu ekonomi kerakyatan pun menjadi lawan tanding paling sepadan dari neolib.Sistem ekonomi inilah yang saat ini dijual kontestan Pilpres.Terus terang memang memang menjadi sangat lucu ketika mereka tiba-tiba mengusung ekonomi kerakyatan.
Ekonomi kerakyatan memang sangat menjanjikan.Namun apakah itu hanya janji atau harapan yang di cita-citakan elite di negeri ini. Jika ekonomi kerakyatan di implementasikan secara nyata nantinya tentu sangat kita hargai. Namun jika hanya sebatas janji apa bedanya dengan neolib yang hanya di jadikan sasaran tembak semata.
*dikutip dari harian Bangka Pos dengan sedikit pengeditan
Readmore »»

Rabu, 03 Juni 2009

Provokasi Malaysia

Akhir-akhir ini hubungan 2 negara tetangga Indonesia dan Malaysia sedikit memanas.
Hal ini disebabkan ulah masuknya kapal milik Malaysia ke zona atau wilayah laut Indonesia di Ambalat.Bukan sekali ini saja provokasi yang dilakukan pihak Malaysia bahkan kerap kali.Contoh lainnya klaim Malaysia terhadap batik dan kesenian Reog yang jelas-jelas merupakan produk asli Indonesia serta masalah TKI yang kerap disiksa di negeri jiran dan yang terakhir baru-baru ini dan terhangat kasus Manohara(WNI) yang disiksa suaminya Tengku Muhamad Fakhry(Putra Mahkota Kerajaan Kelantan Malaysia) tidak ditanggapi dengan serius Pemerintah Malaysia.Kembali yang menjadi pertanyaan kita apakah malaysia sudah tidak menghormati kedaulatan Indonesia terkait masalah pelanggaran batas wilayah di Ambalat?
Kita sebagai warga negara Indonesia yang memiliki rasa nasionalisme yang tinggi sangat marah tentunya jika kedaulatan negara kita dilecehkan. Karena kedaulatan negara Indonesia adalah harga mati yang harus dipertahankan.Kita tidak ingin kasus Ambalat bernasib sama dengan Sipadan dan Ligitan yang di caplok Malaysia. Kita juga berharap ada itikad baik dari Pemerintah Malaysia untuk menyelesaikan masalah ini (Ambalat) melalui jalur diplomasi yang bermartabat.Karena apapun alasannya Ambalat jelas milik Indonesia. Semoga dengan adanya Provokasi Malaysia yang entah disengaja atau tidak dapat memperkuat rasa nasionalisme,Persatuan dan Kesatuan di Negeri kita tercinta Indonesia ini.
Bravo Merah Putih!

Artikel murni Putra OKU Readmore »»

Selasa, 26 Mei 2009

Stabilitas Politik dan Keamanan

Hampir genap 5 tahun Pemerintahan SBY-JK telah berlangsung dengan aman,damai dan tertib. Harus diakui bahwa cukup banyak tantangan dalam timbangan sangat berat hingga yang agak ringan dipikul dengan berhasil oleh pemerintahan atas partisipasi seluruh rakyat.Tak mungkin pemerintahan SBY-JK berhasil jika tidak ada kerjasama yang baik antara SBY-JK dalam kabinet Indonesia bersatu.Tidak patut disesali bahwa menjelang akhir masa baktinya SBY dan JK berpisah.Masa yang kurang dari 2 bulan adalah masa yang masih menjadi tanggung jawab penuh Pemerintahan.Jika terjadi sejumlah peristiwa tertentu yang dapat memperkeruh dan memperlemah stabilitas politik dan keamanan maka menjadi tanggung jawab pemerintahan.Andaikata terjadi hal-hal yang tidak diinginkan maka kerugianlah yang akan menimpa pasangan SBY-Budiono dan JK-wiranto.Karena itu stabilitas politik dan keamanan harus benar-benar dijaga,dirawat dilindungi dan bahkan kualitasnya lebih ditingkatkan jika kita ingin penyelenggaraan pilpres sukses. Readmore »»

 

Dirimu adalah bayanganmu sendiri yang akan segera sirna dalam pancaran matahari. Segeralah kau tatap caha-Nya!(Jalaluddin Rumi)

Recent Post

Recent Comments

Woro-Woro

Bagi anda masyarakat Baradatu Khususnya dan Masyarakat Way kanan Umumnya yang berminat menjadi Kontributor/Penulis di blog Komunitas Baradatu(Kobara) atau anda memiliki informasi yang menarik seputar Baradatu dan Way Kanan silahkan kirim email ke : bu_kit_kemuning@yahoo.co.id dengan Subjek : Kontributor Posting blog Kobara.
demikian Pengumuman ini dibuat atas Perhatiannya di ucapkan terimakasih.

*Admin